Senin, 11 Maret 2013

Perbedaan warna keputihan missv


Perbedaan warna keputihan yang normal dan tidak normal
Artikel ini saya temui di webnya ViVAnews, karena banyaknya wanita di indonesia tidak menyadari arti pentingnya menjaga daerah kewanitaannya sendiri terlihat Wanita Indonesia menurut penelitian WHO merupakan penderita Kanker rahim terbesar No. 1 di Dunia. Untuk itulah mudah-mudahan artikel ini bisa memberikan pencerahan dan menurunkan angka kematian akibat kanker serviks.
Pada dasarnya, bagian rahim, serviks dan organ intim wanita dibatasi oleh sel-sel, yang secara alamiah bisa memproduksi cairan yang bisa membersihkan area kewanitaan. Fungsinya juga untuk menjaga daerah intim wanita tetap terlumasi dan terlindung dari infeksi. Inilah yang disebut dengan cairan pada organ intim.
Tapi, ada kalanya cairan ini bisa berubah menjadi keputihan. Meskipun keputihan dianggap normal, namun pada kondisi dan warna tertentu bisa mendeteksi adanya gangguan pada organ reproduksi Anda.
Karena itu, amati cairan di daerah kewanitaan Anda, jika ada perubahan yang cukup mengkhawatirkan, segera periksakan ke dokter. Berikut pengamatan warna, bentuk dan aroma pada cairan organ intim yang bisa jadi petunjuk bermanfaat buat Anda:
Ciri cairan organ intim yang normal :
  • Warnanya jernih hingga keputih-putihan
  • Bantuknya seperti krim atau elastis pada waktu-waktu tertentu
  • Berbau seperti sabun atau bahkan tidak berbau
  • Jumlahnya bervariasi
  • Tak ada bercak darah di antara masa haid
  • Tidak timbul rasa sakit atau gatal pada area intim
  • Tidak nyeri saat buang air kecil
  • Tidak terasa nyeri ketika bercinta
Cairan organ intim yang tak normal :
  • Warnanya keabu-abuan, kekuningan atau kehijauan
  • Berbau amis atau busuk
  • Jumlahnya lebih banyak dari biasanya
  • Ada bercak darah (di antara masa haid)
  • Kerap timbul rasa sakit atau gatal-gatal pada area intim
  • Terasa nyeri saat buang air kecil
  • Terasa nyeri dan tak nyaman saat berhubungan seks
Menurut Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan, dr. Boy Abidin, cairan yang tidak normal sebagian besar disebabkan infeksi vagina. “Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter jika cairan di area intim Anda terlihat tidak normal,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar